
Haryadi menyebutkan, Kota Yogyakarta menjunjung tinggi harmoni antara warga dengan seniman serta pemerintah.
Karenanya tindakan penghapusan dilakukan pada grafiti yang provokatif alih-alih mural.
"Yang jelas itu mungkin warga tidak sependapat dan itu bukan karya seni. Kita kedepankan harmoni," imbuhnya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News