Produk Kreatif dari Bantul Tayang di Times Square New York

Produk Kreatif dari Bantul Tayang di Times Square New York - GenPI.co Jogja
Perajin gerabah, Gito membuat kerajinan kepala patung dari gerabah di sentra kerajinan gerabah di Kasongan, Bantul, Yogyakarta, Senin (10/10). Permintaan ekspor kerajinan dari gerabah menurun hingga 80 persen, dan belum ada langkah nyata dari pemerintah untuk membantu. FOTO ANTARA/Regina Safri/ss/ama/11.

GenPI.co Jogja - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Abdul Halim Muslih mengatakan potensi ekonomi kreatif telah dipromosikan melalui media elektronik billboard di Times Square New York, Amerika Serikat, oleh Viral Blast Global, perusahaan edukasi money management di Indonesia.

"Ini satu kebanggaan bagi Bantul bisa ditampilkan dalam Times Square New York City oleh teman-teman dari Viral Blast Global, dan ini akan menyemangati masyarakat Bantul untuk meningkatkan kreatifitasnya," kata Bupati Abdul Halim, Minggu, 12 September 2021.

Menurut Bupati, dengan masyarakat yang makin bersemangat untuk meningkatkan kreatifitas mereka, maka rencana Kabupaten Bantul go international tersebut akan dapat diikuti dengan kesiapan yang lebih matang.

"Artinya sudah dibukakan, mata dunia sudah terbuka terhadap Bantul, tinggal Bantul bagaimana? baik pemerintah maupun masyarakat kreatifnya. Ini sebuah tantangan, kalau go international ini ingin sukses, maka kekuatan daya kreatifitas ini harus dipastikan," katanya.

Dengan demikian, kata Bupati, ini menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang yang sangat besar bagi Bantul, sehingga Pemkab Bantul mengapresiasi dan terima kasih kepada Viral Blast Global atas kepedulian dan promosi produk Bantul di salah satu kawasan ikonik Amerika Serikat tersebut.

"Sudah ditayangkan di New York dan salah satu yang ditayangkan adalah potensi Desa Sabdodadi sebagai Desa Mandiri Budaya di Bantul, karena memang kita ingin mengembangkan pariwisata tidak hanya wisata alam, wisata buatan, tapi juga wisata budaya," katanya.

Apalagi, kata Bupati, tren pasar wisata budaya tersebut saat ini semakin meningkat karena kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke atas sekarang ini lebih meminati atau mulai melirik adanya wisata budaya karena keunikan dan kekhasannya.

"Wisata budaya itu kan unik, dan kebudayaan itu khas, budaya Yogyakarta sama Jateng berbeda, Jatim sama Sunda beda, dan wisata budaya inilah yang terus akan kita eksplorasi, kita kuatkan dengan menghidup-hidupkan tradisi seni budaya yang ada," katanya.

Berita Selanjutnya

Nusantara