Kementan Serukan Peternak Berinovasi untuk Stop Impor Daging Sapi

Kementan Serukan Peternak Berinovasi untuk Stop Impor Daging Sapi - GenPI.co JOGJA
Ilustrasi - Pekerja memotong daging sapi kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) PD Dharma Jaya, Cakung, Jakarta, Jumat (31/7/2020). (Foto: ANTARA/Aprillio Akbar/pras).

GenPI.co Jogja - Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), Syamsul Ma’arif menganggap perlu adanya inovasi dalam meningkatkan produksi ternak sapi potong di Indonesia.

Menurutnya, jika tidak ada inovasi, maka Indonesia tidak akan keluar dari kecanduan impor daging dan sapi.

“Kalau kita terus begini ya kita bakal kebanjiran impor terus ini,” ujarnya dalam acara bincang-bincang berjudul “Perkembangan Peternakan di Era 4.0 melalui Tantangan Peradaban’ yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM), mengutip laman UGM, Minggu (5/12).

BACA JUGA:  Penuhi Kebutuhan Sapi Nasional, Mendes Buat Program Peternakan

Syamsul mengungkapkan, Indonesia sebenarnya butuh daging sapi rata-rata sekitar 669 ribu ton per tahun.

Namun, produksi ternak potong daging sapi lokal hanya mampu menyediakan sekitar 430 ribu ton per tahun.

BACA JUGA:  Genjot Populasi, Sapi Lahir Kembar di Sleman Diberi Hadiah

Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi itu, pemerintah terpaksa mengimpor daging maupun sapi.

Ditambah, menurut Syamsul, peternak sapi di Indonesia masih banyak yang menggunakan cara tradisional.

BACA JUGA:  Kontes Kambing dan Sapi di Kulon Progo, Harganya Jadi Melejit

Syamsul juga menilai, para peternak sapi di Indonesia masih menganggap beternak sapi sebagai tabungan sehingga tidak perlu meningkatkan produksi.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya