
GenPI.co Jogja - Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. drh. R. Wasito mengungkapkan, coronavirus mengalami ribuan mutasi di kelelawar hingga menyebabkan tertularnya manusia dan menyebabkan SARS dan MERS.
“Saat ini masih dicari kenapa bisa terjadi mutasi berulang sampai beribu kali dalam sirkulasi darah dan dalam sel jaringan kelelawar yang kini masih menjadi misteri, tapi tidak semua kelelawar memiliki corona,” katanya mengutip laman UGM, Rabu (1/12).
Hal itu dia katakan dalam webinar bertajuk Merdeka COVID-19 yang digelar Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Rabu (30/11).
BACA JUGA: Canggih! 3 Mahasiswa UGM Rancang Konsep Bisnis Ubin Listrik
Dalam penelitian yang dilakukannya sejak 1988 tentang coronavirus, pada hewan ternak besar, unggas, dan hewan kecil.
Warsito mengungkapkan jika awalnya virus ini tidak menular ke manusia.
BACA JUGA: Dosen UGM Sebut Keberagaman Masyarakat Jadi Tantangan Indonesia
Namun, gejala yang ditimbulkan dari hewan yang terinfeksi coronavirus pada umumnya menyerang saluran pernapasan.
Akan tetapi, tidak sedikit pula yang menyerang saluran pencernaan hewan.
BACA JUGA: Keren Habis! 4 Mahasiswa UGM Sulap Larva Lalat Jadi Pakan Kucing
Warsito menduga, penelitian yang dilakukan pada 1988 itu juga terjadi pada COVID-19.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News