Luar Biasa! Mahasiswa UNY Buat Sekolah Anti Klitih

Luar Biasa! Mahasiswa UNY Buat Sekolah Anti Klitih - GenPI.co Jogja
Mahasiswa UNY membuat program SETITI. Foto: Humas UNY.

GenPI.co Jogja - Keprihatinan mahasiswa Universita Negeri Yogyakarta (UNY) pada “budaya klitih” diwujudkan dengan mengimplementasikan aplikasi Sekolah Anti Klitih (SETITI).

Klitih adalah realitas kenakalan remaja yang sempat meresahkan warga Yogyakarta beberapa tahun silam karena memakan banyak korban. Klitih dikonotasikan sebagai tindakan negatif sekelopok orang di malam hari tanpa tujuan yang jelas.

Tujuan dari implementasi Aplikasi SETITI adalah untuk mereduksi aksi klitih yang dilakukan oleh pelajar melalui pemberdayaan psikis dan pelaku.

BACA JUGA:  Rektor UWM: Warisan Budaya Bisa Dimaksimalkan via Ekonomi Kreatif

Mahasiswa UNY yang terlibat di dalam program ini adalah Aziz Muzaki (Prodi Pendidikan Fisika), Hajidah Salsabila Allissa Fitri (Prodi Pendidikan Kimia), Annurdien Rasyid (Prodi Pendidikan Teknik Informatika), Putri Milenia Gusdian (Prodi Bimbingan dan Konseling dan Maria Ameylia Trisna Murti (Prodi Psikologi).

”Sekolah sebagai mitra kegiatan ini juga mengharapkan adanya media sebagai wadah konseling agar Guru BK dan pelajar dapat berkomunikasi dari hati ke hati,” kata Aziz Muzaki dikutip dari laman resmi UNY, Selasa (12/10).

BACA JUGA:  Mahasiswa UNY Latih Petani Gunungkidul Bikin Mie Jahat

Menurut Aziz, upaya meminimalisasi budaya klitih pada remaja seperti razia sekolah dan ruang publik telah dilakukan. Ia menilai, upaya tersebut kurang dirasakan pengaruhnya pada reduksi klitih.

Terkait implementasi, Hajidah Salsabila mengungkapkan bila timnya telah menggandeng MAN 3 Sleman sebagai sekolah mitra kerja. Ia berharap para siswa dapat berperan di program SETITI.

BACA JUGA:  Blank Spot, 7 Wisata di Gunungkidul Diupayakan Terjangkau Sinyal

Pembangunan aplikasi dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pembuatan kerangka aplikasi, tahap pengembangan software, dan pengujian.

Berita Selanjutnya