
GenPI.co Jogja - Mentalitas miskin masyarakat membuat bantuan sosial (bansos) dari pemerintah sering salah sasaran.
Hal ini dapat dilihat dari fenomena berupa ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terindikasi menerima bansos yang seharusnya bukan menjadi hak mereka.
Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Kajian Pembangunan Sosial (SODEC) Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan FISIPOL UGM Hempri Suyatna.
BACA JUGA: Bantu Para Seniman Yogyakarta, Kapolri Serahkan 700 Paket Bansos
Hempri mengatakan jika mereka sadar bansos tersebut bukan haknya maka seharusnya segera dikembalikan.
“Bentul mentalitas miskin ini harus dibenahi supaya program bansos tepat sasaran,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/11).
BACA JUGA: 1.784 Anak Yatim Akibat Covid-19 di Yogyakarta Mendapat Bansos
Hempri mengungkapkan bansos idealnya diberikan untuk mengatasi risiko sosial.
Baik itu dari aspek rehabilitas sosial, perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan dan penanggulangan kemiskinan.
BACA JUGA: Danjen Kopassus Beri Bansos Warga Bantul Terdampak COVID-19
Hempri menyebut sudah banyak kebijakan bansos dari pemerintah. Namun ia melihat kurang efektif karena masih banyak salah sasaran.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News