Keren Habis! Mahasiswi UGM Ini Raih Medali Emas di IAYSF 2021

Keren Habis! Mahasiswi UGM Ini Raih Medali Emas di IAYSF 2021 - GenPI.co JOGJA
Tim Jong Sumatranen Bond (JSB) saat mempresentasikan karya tulis bertajuk Biohydrogen Rice Husk with Chitosan Composite Membrane Fuel Cell (Bionarit) di 6th International Avicenna Youth Science Fair (IAYSF), Iran dalam kategori “environmental science”. (foto: UGM)

GenPI.co Jogja - Mahasiswi program studi (prodi) Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP), Fakultas Pertanian (Faperta), Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2020, Muthia Zahra Mutmainnah sukses mengharumkan nama UGM di kancah internasional.

Dirinya beserta tim Jong Sumatranen Bond (JSB) yang terdiri dari lima mahasiswa dari universitas yang berbeda, berhasil meraih medali emas dalam 6th International Avicenna Youth Science Fair (IAYSF), Iran dalam kategori “environmental science” yang dimulai sejak 1 Agustus-8 Oktober 2021.

Kejuaraan ini digelar oleh International Avicenna Research Center (IARC) yang bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dengan 408 peserta dari 12 negara.

BACA JUGA:  Top! 180 DC UGM Raih Penghargaan Internasional dari 180 DC Global

Mutia bergabung dalam tim Jong Sumatranen Bond (JSB) yang terdiri Farrel Jonathan Vickeldo dari Teknik Biomedis, Institut Teknologi Bandung (ITB); Nahla Akila Fikria dari Farmasi, Universitas Sriwijaya (UNSRI).

Kemudian dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) ada Adelia Putri dari Teknik biomedis dan Abdul Khanafy dari Teknik Pertambangan.

BACA JUGA:  Angkat Ekonomi Warga, BEM Fapet UGM Dampingi Peternak Tegaltirto

Mutia yang merupakan ketua tim mengatakan, tim JSB mengajukan karya tulis bertajuk Biohydrogen Rice Husk with Chitosan Composite Membrane Fuel Cell (Bionarit) di bawah bimbingan Yuhan Farah Maulida.

Menurut Mutia, karya tulis tersebut mengangkat masalah limbah sekam padi yang masih belum dikelola secara maksimal oleh petani.

BACA JUGA:  Keren! 5 Mahasiswa UGM Meneliti Ubur-ubur Cegah Kanker Payudara

Setelah berkoordinasi dengan tim lewat studi literatur yang mendalam, sekam padi berpotensi besar menjadi sumber penghasil biohidrogen.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya