
“Sumber biohidrogen itu nantinya dapat menjadi sumber energi listrik skala laboratorium dengan pemanfaatan PEMFC,” ujarnya melansir laman UGM, Minggu (5/12).
PEMFC yaitu sel elektrokimia dengan bahan bakar hidrogen yang dioksidasi pada anoda dan oksigen yang direduksi pada katoda.
Mutia menjelaskan, timnya memodifikasi perangkat elektrokimia PEMFC pada bagian membran dengan menggunakan alternatif membran rumput laut cokelat yang terfosforilasi.
BACA JUGA: Top! 180 DC UGM Raih Penghargaan Internasional dari 180 DC Global
“Keunggulan perangkat ini, bukan hanya penghasil energi listrik saja, tapi juga lebih terjangkau,” ujarnya.
Menurut Mutia, Bioranit memiliki harga yang terjangkau karena menggunakan sumber hidrogen dari limbah alam.
BACA JUGA: Angkat Ekonomi Warga, BEM Fapet UGM Dampingi Peternak Tegaltirto
Membran organik tersebut, lanjutnya, lebih murah daripada membran nafion pada umumnya.
“Semoga nantinya banyak mahasiswa yang melanjutkan penelitian mengenai limbah organik pertanian karena memiliki berbagai potensi untuk dikembangkan sebagai penghasil sumber biohidrogen,” tutupnya. (*)
BACA JUGA: Keren! 5 Mahasiswa UGM Meneliti Ubur-ubur Cegah Kanker Payudara
Kalian wajib tonton video yang satu ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News