Jubir Satgas Kulon Progo: 78 RT Masuk Zona Kuning Akibat Skrining

Jubir Satgas Kulon Progo: 78 RT Masuk Zona Kuning Akibat Skrining - GenPI.co JOGJA
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati. (ANTARA/Sutarmi)

GenPI.co Jogja - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan,dalam seminggu terakhir, kasus COVID-19 di wilayah itu mengalami kenaikan.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan adanya tes usap dan skrining terhadap pelajar di sekolah penyelenggara pembelajaran tatap muka (PTM).

Baning mengatakan, kasus aktif COVID-19 sebanyak 118 kasus per Minggu (21/11) di Kabupaten Kulon Progo, mayoritas berasal dari pelajar SD hingga SMA.

BACA JUGA:  Antisipasi Nataru, Satgas Kulon Progo Perketat Protokol Kesehatan

Selain itu, mereka merupakan orang tanpa gejala (OTG), sehingga bisa melakukan isolasi mandiri.

“Hari ini, ada penambahan sembilan kasus baru juga melakukan isolasi, tidak ada yang dirawat. Namun demikian, bagi terkonfirmasi yang mengalami gejala parah, kami minta langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Jubir Satgas COVID-19 Kulon Progo: Tak Ditemukan Klaster dari PTM

Dirinya juga mengakui, jumlah Rukun Tetangga (RT) dengan kriteria zonasi mengalami perubahan akibat penambahan kasus COVID-19 dari hasil skrining pelajar.

Sebelum ada skrining tersebut, jumlah zona hijau hampir 100 persen.

BACA JUGA:  Satgas COVID Kulon Progo: Tes Usap Acak PTM Sebabkan Kasus Naik

Namun, saat adanya skrining, sebanyak 78 dri 4.478 Rukun Tetangga (RT) masuk ke zona kuning atau sebanyak 98,26 persen.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya