
GenPI.co Jogja - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat Gunung Merapi mengalami gempa guguran sebanyak 67 kali.
Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida mengatakan gempa guguran tersebut tercatat dalam periode pengamatan pukul 00.00 sampai 06.00 WIB, Rabu (20/10).
Gempa guguran itu terekam dengan amplitudo 4 sampai 14 milimeter dengan durasi 25 hingga 121 detik.
BACA JUGA: Merapi Alami 2 Guguran Lava dan Gempa Vulkanik Dangkal
Dalam periode pengamatan itu pula terjadi gempa hembusan sebanyak 1 kali, dengan amplitudo 7 mm dan durasi 18,8 detik.
Kemudian gempa hybrid atau fase banyak sebanyuak 8 kali dengan amplitudo 3 sampai 8 milimeter dan durasi 7,2 sampai 10,2 detik.
BACA JUGA: Status Siaga, Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar 1,8 Kilometer
Lalu untuk gempa tektonik jauh terjadi 1 kali dengan amplitudo 4 mm, dan memiliki durasi 66,4 detik.
BPPTKG menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara serta barat daya sejauh maksimal 3 kilometer ke arah sungai Woro.
BACA JUGA: Jumat Pagi, Merapi Alami 7 Kali Guguran Lava Pijar
Kemudian juga sejauh 5 kilometer ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News