GenPI.co Jogja - Warga di Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman memiliki tradisi rutin bernama Methal Sarean.
Tradisi ini berupa membersihkan makam dari rumput-rumput liar yang ditumbuh.
Dikutip dari laman resmi Diskominfo Sleman, Methal memiliki arti memisah. Sedangkan sarena yakni makam atau kuburan.
Istilah dari Methal Sarean ini muncul karena banyak rumput liar yang tumbuh di makam sehingga menyatukan gundukan tanah makam yang satu dengan lainnya, sehingga perlu dibersihkan.
Warga Petung dan Manggong di Kepuharjo melakukan tradisi Methal Sarean ini pada pertangahan Januari 2022 lalu.
Tradisi Methal Sarean ini dilakukan tidak hanya sekali setahu saja.
Namun bisa beberapakali, bahkan warga dari Dusun Manggong melakukannya setiap 35 hari sekali.
Sementara untuk warga dari Dusun Petung melakukannya 6 sampai 8 kali dalam satu tahun.
Rais Dusun Petung Ngadiran mengatakan tradisi ini juag sebagai pengingat bahwa semua yang hidup akan mati.
“Saat membersihkan makam, semua warga pasti datang,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, bersih-bersih makam ini tidak membawa makanan.
Setelah selesai pun warga kembali beraktivitas seperti biasa. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News