Warga Lereng Merapi Gelar Tradisi Methal Sarean

02 Februari 2022 14:00

GenPI.co Jogja - Warga di Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman memiliki tradisi rutin bernama Methal Sarean.

Tradisi ini berupa membersihkan makam dari rumput-rumput liar yang ditumbuh.

Dikutip dari laman resmi Diskominfo Sleman, Methal memiliki arti memisah. Sedangkan sarena yakni makam atau kuburan.

BACA JUGA:  Inspiratif! Ini Cara SMP di Sleman Jadi Sekolah Berbasis Budaya

Istilah dari Methal Sarean ini muncul karena banyak rumput liar yang tumbuh di makam sehingga menyatukan gundukan tanah makam yang satu dengan lainnya, sehingga perlu dibersihkan.

Warga Petung dan Manggong di Kepuharjo melakukan tradisi Methal Sarean ini pada pertangahan Januari 2022 lalu.

BACA JUGA:  Promosikan Teras Malioboro, Panggung Seni Budaya Disiapkan

Tradisi Methal Sarean ini dilakukan tidak hanya sekali setahu saja.

Namun bisa beberapakali, bahkan warga dari Dusun Manggong melakukannya setiap 35 hari sekali.

BACA JUGA:  Sanggar Seni Kertodikromo di Sleman Mulai Berkegiatan Seni Budaya

Sementara untuk warga dari Dusun Petung melakukannya 6 sampai 8 kali dalam satu tahun.

Rais Dusun Petung Ngadiran mengatakan tradisi ini juag sebagai pengingat bahwa semua yang hidup akan mati.

“Saat membersihkan makam, semua warga pasti datang,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, bersih-bersih makam ini tidak membawa makanan.

Setelah selesai pun warga kembali beraktivitas seperti biasa. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Ridho Hidayat

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co JOGJA