
GenPI.co Jogja - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Sleman meminta pengelola wisata meningkatkan koordinasi dengan tim Search and Rescue (SAR) untuk mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran agar seluruh pengelola destinasi atupun desa wisata meningkatkan kewaspadaannya.
Ia menyebut pada Oktober 2021 sampai Maret 2022 mulai berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi seperti berupa banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan angin kencang.
BACA JUGA: Dinkop UKM Sleman Pastikan Pelayanan KSP Tidak Ada yang Pinjol
“Potensi bencana ini ditimbulkan oleh cuaca ekstrem. Kami minta waspada terutama puncak musim hujan pada Januari 2022,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/10).
Suparmono meminta kepada pengelola destinasi maupun desa wisata berkoordinasi dengan SAR.
BACA JUGA: 14 Destinasi Wisata di Sleman Sudah Dibuka, Ini Daftarnya
Menurutnya, pengelola destinasi yang perlu meningkatkan kewaspadaannya terutama yang memiliki aktivitas di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
Kemudian juga di daerah lereng-lereng seperti Prambanan yang berpotensi bencana tanah longsor.
BACA JUGA: Hotel di Lereng Merapi Sleman, Tarif Mulai Rp300 Ribuan!
“Kami berupaya mengingatkan teman-teman pengelola agar selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan turis,” ujarnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News