Ada yang Menolak Divaksin, Bantul Gandeng NU dan Muhammadiyah

Ada yang Menolak Divaksin, Bantul Gandeng NU dan Muhammadiyah - GenPI.co JOGJA
Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meninjau vaksinasi COVID-19 bagi lansia di SD Muhammadiyah Jogodayoh, Desa Sumbermulyo, Kabupaten Bantul, DIY, Jumat (21/1/2022) (FOTO: ANTARA/Hery Sidik)

GenPI.co Jogja - Pemerintah Kabupaten Bantul menggandeng Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk memperlancar vaksinasi bagi lansia maupun kelompok yang tidak mau divaksin.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan beberapa kelompok ada yang menolak vaksin karena alasan ideologis.

“Kelompok yang menolak kami rayu. Kami kerja sama dengan NU dan Muhammadiyah,” katanya dikutip dari Antara, Minggu (23/1).

BACA JUGA:  Menkes Budi Gunadi Terharu Lihat Vaksinasi Lansia di Bantul

Abdul Halim mengungkapkan NU dan Muhammadiyah merupakan ormas besar dan memiliki fasilitas ambulans untuk melakukan penjemputan.

Abdul Halim menyampaikan pihaknya juga terus melakukan percepatan vaksinasi terutama untuk kalangan lansia yang punya hambatan fisik.

BACA JUGA:  Vaksinasi Anak di Kota Yogyakarta Sudah Lebih dari 100 Persen

“Baik yang alasan fisik maupun tidak mau divaksin karena ideologis kami jemput, seperti di Kecamatan Sewon, Banguntapan dan Kasihan,” ujarnya.

Menurut Abdul Halim, komunitas yang awalnya menolak divaksin akhirnya berkenan setelah ada jaminan dari pemerintah kalau vaksin yang dipakai halal dan aman.

BACA JUGA:  Dinkes Sleman Upayakan Geber Vaksinasi Booster

Abdul Halim menambahkan pihaknya juga belum lama ini meluncurkan vaksinasi booster dan akan dilakukan percepatan pula.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya