Psikolog Sarankan Lakukan Simulasi Belajar Tatap Muka pada Anak

Psikolog Sarankan Lakukan Simulasi Belajar Tatap Muka pada Anak - GenPI.co JOGJA
Mahasiswa jurusan sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nur Anisa Risqi Ramadhani membuat media sex education untuk anak khususnya usia 3-6 tahun. Foto Humas UNY

GenPI.co Jogja- Psikolog Keluarga dan Anak, Samanta Elsener menyarankan kepada orang tua untuk membuat simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) sebagai upaya membantu anak beradapatasi di lingkungan baru.

"Perlu banget (simulasi), karena tantangannya sekarang anak-anak mengalami yang namanya social awkaward. Jadi kalau ketemu temannya merasa aneh," kata Samanta, Kamis, 9 September 2021.

Kondisi social awkward tercipta karena di masa seharusnya anak belajar bersosialiasi dengan teman sebayanya, justru kesempatan itu terlewati selama hampir dua tahun lamanya karena pandemi mengharuskan anak hanya beraktivitas di dalam rumah.

Maka dari itu orang tua harus diharuskan secara aktif menyiapkan simulasi agar anak bisa kembali aktif dan ceria saat harus berhadapan dengan lingkungan sosial sebayanya.

Samanta mencontohkan selain membuat simulasi kondisi sekolah di rumah sebelum menyambut PTM, orang tua juga bisa menghadirkan simulasi lingkungan sosial dengan teman sebayanya.

Misalnya orang tua berpura- pura menjadi teman dalam beragam skema sosial seperti sedang bermain dengan teman, atau temannya sedang tidak mau bicara, atau bisa juga orang tua berpura- pura menjadi teman yang sedang sedih.

"Orang tua harus aktif melakukan pendekatan, cari informasi dari guru dan juga orang tua lainnya tentang apa yang sedang dipelajari anak. Dari situ kita bisa menyesuaikan, kita bisa membuat kondisi anak menjadi seimbang lagi. Itu kata kuncinya mengoptimalkan anak secara sosial, sehingga dalam situasi berbeda ia bisa bersikap berbeda," kata Samanta.

Tidak usah khawatir ketika anak mengalami hal tersebut karena dalam dua tahun terakhir anak tidak memiliki kesempatan untuk bersosialisasi dengan individu sebayanya.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya