Cegah Kebakaran di Kampung, DPRD Yogya Kawal Pembangunan Hidran

29 November 2021 03:00

GenPI.co Jogja - Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta, Ririk Banowati menyatakan akan terus mengawal pembangunan hidran kering di kampung padat yang sulit diakses mobil pemadam kebakaran.

Menurutnya, pembangunan jaringan hidran kering bisa menelan anggaran hingga Rp1 miliar.

“Kami di Komisi C terus mengawal karena ini menjadi kebutuhan penting sebagai antisipasi kebakaran di kampung padat penduduk,” ujarnya mengutip laman Sekretariat Dewan DPRD Kota Yogyakarta, Senin (29/11).

BACA JUGA:  Ekonomi Kreatif Diharap Bisa Jadi Andalan Pembangunan Kota Jogja

Ririk mengatakan, alokasi anggaran tiap tahunnya terbatas lantaran tingginya biaya pembangunan hidran kering itu.

Ditambah, refocusing anggaran penanganan pandemi COVID-19, pembangunan hidran itu pun ikut dipangkas dan direlokasi.

BACA JUGA:  Masyarakat Abai Prokes, Pemkot Yogya Diminta Tegakkan Aturan

Ririk juga menyebutkan, tingginya biaya hidran kering karena harus membongkar bagian dalam struktur jalan.

Selain itu, perlu menanam pipa dan memasang instalasi yang bisa gunakan setiap saat ketika kebakaran terjadi di kampung padat.

BACA JUGA:  DPRD Yogya Minta Pemkot Pangkas Defisit RAPBD 2022 jadi 5 Persen

Untuk itu, Ririk meminta Damkar, Bappeda, atau Dinas Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman bisa berkoordinasi.

“Kalau sedang ada pengerjaan proyek infrastruktur bisa sekalian menyertakan kemungkinan pembangunan hidran itu, agar anggaran lebih bisa dihemat,” tuturnya.

Di tahun ini, lanjutnya, sudah terealisasi dua titik hidran kering dan tahun depan akan dipasang satu titik hidran kering.

“Semoga pada 2023 kita bisa menambah lebih banyak titiknya, kami akan mengawal ini,” ujarnya.

Menurut Ririk, penambahan titik hidran memang dilakukan bertahap karena sesuai dengan urutan kesiapan detail engineering design (DED).

Di tahun ini, pembangunan hidran kampung akan dilakukan di Kampung Ngadiwinatan dan Purwodiningratan, Kelurahan Ngampilan dengan alokasi dana sekitar Rp1,4 miliar.

“Hidran kering ini sudah diujicobakan pada pekan lalu,” pungkasnya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Budi Yuni Harto

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co JOGJA